Home / FAQ Asuransi Syariah

FAQ Asuransi Syariah

Asuransi syariah? apa sih perbedaan dengan asuransi biasa atau asuransi konvensional? Dalam konten FAQ ini akan di jelaskan pertanyaan-pertanyaan dasar mengenai Asuransi Syariah. Berikut Pertanyaan dan Jawaban yang telah kami rangkum dalam sesi FAQ ini.

Apa Definisi dan unsur-unsur asuransi ??

Menurut KUHD pasal 246 disebutkan bahwa asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian dengan mana seorang penanggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung, dengan menerima suatu premi, untuk penggantian kepadanya karena suatu kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tidak tentu. Jadi bisa disimpulkan bahwa asuransi adalah salah satu bentuk pengendalian risiko yang dilakukan dengan cara mengalihkan/transfer risiko dari satu pihak ke pihak lain dalam hal ini adalah perusahaan asuransi.

Menurut Dewan Syariah Nasional (DSN-MUI), asuransi syariah adalah sebuah usaha untuk saling melindungi dan saling tolong menolong di antara sejumlah orang, di mana hal ini dilakukan melalui investasi dalam bentuk aset (tabarru) yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan hukum syariah. Jadi bisa disimpulkan bahwa asuransi syariah adalah salah satu bentuk pengendalian risiko yang dilakukan dengan cara sharing of risk atau saling menanggung risiko sesama nasabah atau peserta.

Unsur-unsur asuransi :

  1. at-takaful(Tolong menolong),
  2. tabarru’(hibah/dana kebijakan),
  3. aqad(akad).

 

Kata takaful berasal dari tafakala-yatafakulu, yang secara etimologi berati menjamin, Atau saling menanggung. Takaful dalam pengertian muamalah adalah saling memikul risiko diantara semua orang sehingga antara satu yang lainya menjadi penanggung atas risiko yang lainya. Saling pikul risiko ini dilakukan atas dasar saling menolong dalam kebaikan dengan cara masing-masing mengeluarkan dana tabarru’ dana ibadah, sumbangan, derma yang ditujukan untuk menanggung risiko. Takaful dalam pengertian muamalah ditegaskan diatas tiga prinsip dasar. Tiga prinsip dasar itu adalah saling bertanggung jawab, saling bekerja sama, dan saling membantu, serta saling melindungi.

 

Tabarru’ berasal dari kata tabarra’a-yatabarra’utabarru’an, artinya sumbangan, hibah, dana kebajikan atau derma. Tabarru’ merupakan pemberian sukarela seseorang kepada orang lain, tanpa ganti rugi yang mengakibatkan berpindahnya kepemilikan harta itu dari pemberi kepada orang yang diberi.

 

Kata aqad berasal dari bahasa arab yaitu al-aqad yang berarti perikatan, perjanjian, dan pemufakatan, al-ittifaq. Secara terminology fiqih, aqad didefinisikan sebagai pertalian ijab (pernyataan melekukan ikatan) dan qabul (pernyataan penerimaan ikatan) sesuai dengan kehendak syariah yang berpengaruh pada obyek perikatan.

Rukun aqad terdiri dari tiga yaitu :

  1. a)      Pernyataan untuk mengikatkan diri (sighat al-aqd).
  2. b)      Pihak-pihak yang berakad (al-muta-aqidain).
  3. c)      Objek akad (al-mu’qud’alaih)
Apa sajakah prinsip dasar Asuransi Syariah ??
  • Prinsip tauhid
  • Prinsip keadilan
  • Prinsip tolong Menolong (Tabbaru’)
  • Prinsip kerjasama
  • Prinsip saling menggung risiko
  • Prinsip menghindari ketidakjelasan, maisir, riba
  • Prinsip kerelaan
Apa saja manfaat yang bisa didapatkan dengan menjadi peserta asuransi di AL AMIN ??

Setidaknya ada empat manfaat khusus menjadi peserta Asuransi:

  1. Tidak mengenal istilah dana hangus karena konsepnya adalah titipan (Wadiah)
  2. Adanya konsep tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan serta perlindungan. Sehingga menjadikan semua peserta sebagai keluarga besar yang saling menanggung satu sama lain.
  3. Adanya bagi hasil.
  4. Tidak ada riba, gharar dan maisir.

Diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah untuk menjamin transaksi sesuai prinsip syariah.

Bagaimana perbedaan antara asuransi konvensional dan syariah ??
No Perbedaan Konvensional Syariah
1. Prinsipnya Transfer of risk Sharing of risk
2. Karakteristik Premi yang disetor peserta asuransi konvensional akan digunakan oleh Perusahaan untuk memperoleh keuntungannya sebesar besarnya bagi Perusahaan itu sendiri. Dana Tabarru’ akan dikelola oleh Pihak Asuransi dan dijabarkan secara transparan hasilnya untuk kemudian dibagi hasil apabila memperoleh keuntungan.
3. Tujuan Tolong menolong dan didasari mencari keuntungan semata Tolong menolong yang didasari mencari kebahagian dunia-akhirat
4. Konsep dasar Perjanjian dua pihak atau lebih, dimana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung dengan menerima premi asuransi untuk memberikan penggantian kepada tertanggung Sekumpulan Orang yang  saling membantu, saling menjamin Dan bekerjasama dengan cara masing-masing mengeluarkan dana tabarru

 

5. Landasan Hukum Bersumber dari pikiran manusia dan kebudayaan. Berdasarkan hukum positif, hukum alami dan berbagai contoh sebelumnya. Bersumber dari Firman Allah, Al- Hadist dan Ijma Ulama (Fatwa DSN-MUI)
Apakah hanya peserta muslim saja yang boleh bergabung ??

Prinsipnya adalah tidak ada batasan seseorang untuk menjadi peserta PT Asuransi Jiwa Syariah AL AMIN, bahkan banyak sekali peserta yang non muslim yang bergabung dengan PT Asuransi Jiwa Syariah AL AMIN.